Globalising child rights, localising childhood governance: A comparative analysis of CRC implementation architectures
Hamid Patilima
- Penerbit
- SAGE Publications — Global Studies of Childhood
- DOI
- 10.1177/20436106261470464
Abstrak atau ringkasan
Artikel ini mengkaji bagaimana komitmen terhadap Konvensi Hak Anak (Convention on the Rights of the Child/CRC) diterjemahkan ke dalam bentuk tata kelola anak yang berbeda pada tingkat nasional. Dengan menggunakan analisis dokumen komparatif kualitatif, penelitian membandingkan Selandia Baru, Meksiko, Indonesia, dan Pakistan berdasarkan 12 dokumen publik yang terdiri atas laporan negara pihak, concluding observations Komite Hak Anak PBB, serta sumber pemantauan nasional dan masyarakat sipil. Berlandaskan Theory of Practice Architectures, penelitian menunjukkan bahwa meskipun keempat negara menggunakan CRC sebagai kerangka normatif yang sama, terdapat perbedaan penting dalam koordinasi kelembagaan, hubungan antara hak anak dengan perencanaan dan pembiayaan, sistem pemantauan, pengakuan terhadap partisipasi anak, serta distribusi akuntabilitas. Artikel ini menegaskan bahwa globalisasi hak anak lebih tepat dipahami sebagai proses penerjemahan institusional yang berbeda-beda daripada sebagai proses penyeragaman tata kelola. Penelitian ini sekaligus menawarkan kerangka berbasis tata kelola untuk menganalisis bagaimana hak anak dilembagakan dalam sistem kebijakan dan administrasi nasional.